Sunday, July 8, 2012

Aku Perlukan Masa

Di sini, berdikit-dikit sedang berlakunya konstruksi hati yang dahulunya rosak remuk. Melalui proses itu, ruang yang rompong dan lompong sedang diisi dengan konkrit rasa yang berbagi. Aku hanya memberi keizinan untuk ia terus diisi dan terisi. Selebihnya, pada Tuhan aku serahkan moga ia tidak sekali lagi diranapkan dengan kecelakaan yang tidak diundang. 



Kadangkala aku  merasai enaknya bahagia bersama teman yang aku angkatkan mereka istimewa dalam lingkungan hati aku. Istimewanya lagi, aku tidak perlukan apa-apa untuk meledakkan tawa dan menggaris senyuman di bibir dengan adanya mereka ini yang sentiasa ada di saat aku merasai sakit, pahit dan hitamnya kanvas hidup. Cumanya, aku sendiri takut jika bahagia yang aku rasa, hanya bertahan sedikit cuma dan hilang dibawa arus masa yang sering merasai cemburu. Aku tidak mampu berbuat apa-apa melainkan aku pahat kata ini sebagai janji dan doa agar Tuhan terus membahagiakan hati-hati kita bertiga sampai mati. Biar kita bakal jauh dan berada di haluan yang berbeda, jangan pernah sekali melupai momen yang pernah kita rasai bersama walaupun hanya sesaat. Yakinlah, aku bukan manusia pemurah yang mudah berkongsi kasih dan sayang, dan ini benar-benar apa yang hati aku detikkan. Berbahagialah selagi punya ruang dan tika untuk kita meledak tawa bersama.  Dan senyuman aku sekarang hanya kerana kau dan kau.

Ada suara-suara separa rimas mendesing di cuping kiri kanan aku. Seakan ada sesuatu yang sudah hilang dibawa pergi. Kau menjadi seperti asing buat aku. Aku hanya senyum sumbing. Bukankah selama ini aku yang sering diasingkan? Aku tidak berkesempatan memenuhinya pada masa lalu. Beri aku sedikit ruang untuk melepaskan rasa detik ini. Mungkin suatu hari nanti kau akan tanya aku, ke mana aku menghilang? Ketika itu kau harus tepuk dada egois yang kau angkat-angkatkan itu, tanyakan di mana hati kau di saat aku memberikan sepenuh penghargaan kepadanya dahulu-dahulu?  

Aku beranggapan kau sedang belajar sesuatu dari segala kelewatan yang telah kau ada-adakan. Ketahuilah, aku bukan halimunan.